Minggu, 13 Maret 2016

Loyalitas Tanpa Batas

Baru buat blog coy, bingung mau ngisi apa, buat juga gara gara tugas dari dosen, tapi saya mau sharing ini cerpen saya waktu SMA dulu dari pada kosong :D selamat membaca.





LOYALITAS TANPA BATAS
(Karya: Denni Aji S.)
           
           Panasnya hari membuat tiga sahabat yang kemana mana selalu bersama  yaitu Toni, Riko, dan Dika  mampir disebuah took es jus yang tempatnya boleh dikatakan ramai. Toni pun memesan es jus kepada ibu penjual dengan penuh semangat “Bu es jus jambunya satu esnya yang banyak ya.. hehe :D” Dika memesan es jus yang sama dengan Toni “aku juga bu” belum sempat ibu si penjual es jus jawab, tiba tiba Riko menyahut “Bu saya pesan es jus melon satu” “oke oke tunggu sebentar ya” sahut ibu penjual es jus.
            Sambil menunggu pesanan, Toni melihat lihat sekeliling ia pun melihat sesosok perempuan yang menarik perhatiannya, rambutnya hitam, lurus, panjang, kulitnya putih bersih, dan Toni pun terpesona melihat kecantikannya, bak bidadri tanpa sayapa. “Wah cantik banget perempuat itu..” sambil berkata dalam hati.
            Riko memhampiri Toni “Ton kenapa kamu melamun? Entar kesambet lho.. haha =))” tanyan Riko, “Lihat tuh arah jam 12” Riko pun melihat sekeliling dan dia melihat apa yang Toni maksud, “oualah itu Ton, iya ngerti aku.. cantik juga cewek itu.” Kata Riko.
            Dika mendengar pembicaraan mereka berdua dan menyahut “Itu namanya Riska temenku waktu SMP, kamu naksir ya ton? :p” Tanya Dika sambil meledek, “iya nih Dik, kenalin dong, hehe..” jawab Toni, “Enggak ah, kalo kamu cowok sana kenalan sendiri :p” kata Dika sambil mengejek Toni.
            Pesanan pun datang dan Toni berjalan ke arah Riska sambil membawa es jusnya, bermaksud ingin berkenalan “hei nama kamu Riska ya?” kata Toni sambil malu malu. “iya, kok kamu tau? :o” jawab Riska keheranan “aku dikasih tau Dika temenmu waktu SMP, itu orangnya disana” ungkap Toni sambil menunjuk kea rah Dika. Riska berbincang bincang cukup lama dan sepertinya mereka berdua sudah mulai akrab.
            Beberapa hari Toni jalan dengan Riska mereka pun mulai jatuh cinta dan menjadi sepasang kekasih yang kemana mana selalu berdua tanpa menghiraukan sahabat sahabatnya.
            Riko dan Dika pun jengkel kepada Toni karena waktu Toni dihabiskan bersama Riska terus. Sampai pada suatu saat Riko dan Dika bertemu Toni yang sedang berduaan di Segitiga lalu Riko menghampirinya dan berkata “asyik ya yang lagi berduaan terus sampai lupa sama sahabatnya :>” “woles bro, ga usah gausah nyolot gitu dong”  seru Toni. “iya santai aja ngapah :@” sahut Riska. Datang lah Dika “udah udah sabar jangan emosi, sekarang gini aja Ton, kamu pilih pacar atau sahabatmu? Ujar Dika. Toni  pin diam dan suasana sontak menjadi hening.
            Sesaat kemudian Toni berdiri dan mengakui kesalahannya “Rik, Dik aku minta maaf karena ga bias bagi waktu antara pacar dan sahabat, kalo suruh milih pacar dan sahabat, aku pasti akan milih sahabat, karena aku tak akan berarti tanpa kau disini kawan J” mereka pun saling berpelukan sambil meminta maaf.
            Riska pun kecewa lalu pergi entah kemana, dan ketiga sahabat itu akur seperti semula dan berjanji akan mementingkan sahabat.



-----ooo0(^_^)0ooo----

Tidak ada komentar:

Posting Komentar